Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

BAB 16 KEWIRAUSAHAAN DALAM KONTEKS GLOBAL

BAB 16
KEWIRAUSAHAAN DALAM KONTEKS GLOBAL
Tantangan global kewirausahaan
Setiap usaha dan perusahaan harus berusaha untuk mencari keunggulan-keunggulan untuk bersaing. Setiap produk, usaha, dan perusahaan yang tidak mempunyai keunggulan tidak akan banyak kemajuan, dan tidak akan menang dalam persaingan. Beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh wirausahawan antara lain :
Persaingan global
Pengangguran
Tanggung jawab social
Kemajuan teknologi
Gaya hidup dan kecenderungannya
Tantangan etika
Keanegaragaman angkatan kerja
Pertumbuhan penduduk
Sumber daya yang bergerak ke pasar internasional  adalah sumber daya yang memiliki kualitas tertentu, seperti keunggulan, nilai tambah, dan nilai guna. Pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif.
Para wirausahawan harus merespon danmenyesuaikan dengan perkembangan gaya hidup dan kecenderungannya, keanekaragaman angkatan kerja, dan etika berusaha.
Untuk mencapai berbagai tantangan tersebut diperluka sumber daya berkualitas yang dapat menciptakan berbagai keunggulan diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif kewirausahaan. Wirausahawan kreatif dan inovatif tersebut dapat terjadi apabila ada proses pendidikan kewirausahaan.
            Barang dan jasa yang unggul adalah produk yang memiliki daya saing. Produk yang unggul bagi konsumen adalah produk barang dan jasa yang memiliki nilai tambah. Produk barang dan jasa yang memiliki nilai tambah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

Mengandung kebaruan (berbeda)
Memiliki kegunaan tambahan
Memiliki kemudahan untuk dipergunakan

Menuju pasar internasional
è Ekspor
Persoalan ekspor menyangkut bagaimana barang-barang yang akan dijual di luar negeri sampai konsumen.
Ekspor tidak langsung
Yaitu dengan menggantikan proses ekspor kepada suatu perusahaan manajemen ekspor (export management company-EMC).
fungsi EMC adalah :
Melakukan riset pasar
Mengembangkan jejaring distribusi
Melakukan kontak-kontak berharga bagi perusahaan
Mengidentifikasi beberapa aspek gangguan yang berhubungan dengan Negara tertentu.
EMC ini dibayar  sehingga perlu dipertimbangkan keahliannya. Akibatnya, ada beberapa tambahan pembiayaan (cost) ekspor berikut :
Biaya waktu pengumpulan yang panjang
Biaya asuransi yang meliputi asuransi atas  tunggakan ynag tidak dibayar oleh pelanggan dan asurand=si yang berhubungan dengan ketidakstabilan pemerintahan.
Pajak yang dibayarkan kepada pemerintahan yang di luar negeri.
Biaya administrasi

Ekspor langsung
            Perusahaan itu sendiri yang langsung membawa dan memasarkan produknya di pasar luar negeri. Biasanya menggunakan beberapa perwakilan penjualan yang tersusun seczra sederhana dan langsung. Perwakilan perusahaan tersebut merupakan agen independen yang diberi komisi.

è Impor
Untuk memperendah ongkos produk barang yang ditawarkan oleh pemasok dalam negeri, wirausahawan pengimpor dapat mempertinggi kualitas produk dengan cara mencari produk-produk berkualitas dalam bentuk desain yang unggul, ketahanan, penampilan, dan bebrapa elemen lainnya yang diperlukan oleh pembeli.
              Untuk memulia bisnis dalam bidang impor diperlukan halhal berikut :
Pengetahuan tenytang pasar yang sudah tersedia
Kemampuan untuk melakukan pencarian industri yang ada pada lingkup global
Pemahaman tentang perdagangan internasional dan sangat mengenal proses impor
Wirausahawan harus mengetahui tentang pencarian peluang. Peluang tersebut lebih terarah pada  beberapa item yang tidak tersedia di dalam negeri. Setelah terjadi kesepakatan dan transaksi, langkah berikutnya adalah bagaimana barang-barang bisa masuk ke dalam negeri, ada beberapa langkah yaitu :
Entry
Untuk memasukkan barang, diperluakn beberapa dokumen sebagai berikut :
A bill of lading, airway bill, or carrier’s sertificate (dokumen khusus pengimpor)
A commercial invoice (diperoleh dari penjual)
Entry manifest (daftar yang terperinci)
Packing list
Appraisal
Untuk melihat keakuratan nilai barang yang akan dikirim dengan penerima atau nilai transaksi.
Classification
Pengelompokan produk yang akan diimpor sangat penting untuk menentukan batas tariff
Liquidation
Merupakan langkah terakhir masuknya barang untuk dibayar yang disesuaikan dengan biaya dan nilai barang yang dinilai. Setelah barang masuk, cara yang paling sederhana untuk menjual barang-barang impor adalah kepada keluarga, teman, dan asosiasi.




Share:

BAB 15 ETIKA BISNIS DALAM BERWIRAUSAHA

BAB 15
ETIKA BISNIS DALAM BERWIRAUSAHA
A. Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha termasuk dalam berinterkasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders).
Etika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. (Velasquez, 2005). Tidak dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat sehingga akan kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis. Misalnya diskriminsi dalam sistem jenjang karier.

B.Faktor-faktor yang Mendorong Timbulnya Masalah Etika Bisnis
1. Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi
2. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan
3. Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan
.
C.Hakekat Etika Bisnis
Menurut pengertiannya, etika dapat dibedakan menjadi 2:
-         Etika sebagai praktis: nilai-nilai dan norma-norma moral (apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral.
-         Etika sebagai refleksi: pemikiran moral. Berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. (dalam hal ini adalah menyoroti dan menilai baik-buruknya perilaku seseorang).
Pengertiannya dapat dibedakan menjadi:
-         Secara makro: etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi secara keseluruhan.
-         Secara meso: etika bisnis mempelajari masalah-masalah etis di bidang organisasi
-         Secara mikro: etika bisnis difokuskan pada hubungan individu dengan ekonomi dan bisnis.
Menurut Zimmerer, etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi.
Menurut Ronald J. Ebert dan Ricky M. Griffin, etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukan perilaku etika dari seorang manajer atau karyawan suatu organisasi. Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas pemilik kepentingan.
Jadi, Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan.
D.Prinsip-prinsip Etika Kewirausahaan
Prinsip-prinsip Etika Kewirausahaan :
1. Prinsip  Etika dan Norma Kewirausahaan
a.  Prinsip tanggung jawab
-        Tanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya.
-        Tanggungjawab atas dampak profesinya terhadap kehidupan dan kepentingan orang lain.
b.  Prinsip keadilan (first come first serviced)
c.  Prinsip otonomi
(kebebasan sepenuhnya dlm menjalankan profesinya)
-                Prinsip otonomi dibatasi oleh tanggung jawab dan komitmenprofesi
-                Pemerintah boleh campur tangan utk keselamatan umum
d. Prinsip integritas moral
Komitmen pribadi utk menjaga keluhuran profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain dan masyarakat.
2. Prisnisp-prinsip etika dan perilaku bisnis
a.   Kejujuran
b.   Integritas
c.   Memelihara janji
d.   Kesetiaan
e.   Kewajaran/keadilan
f.    Suka membantu orang lain
g.   Hormat kepada orang lain
h.   Warga Negara yang bertanggung jawab
i.    Mengejar keunggulan
j.    Dapat dipertanggungjawabkan
E.Pentingnya Etika Bisnis
Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan. Hal ini disebabkan semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholder. Stakeholder adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh pada keputusan-keputusan perusahaan. Siapa saja stakeholder perusahaan:
1. Para pengusaha dan mitra usaha
2. Petani dan perusahaan pemasok bahan baku
3. Organisasi pekerja yang mewakili pekerja
4. Pemerintah yang mengatur kelancaran aktivitas usaha
5. Bank penyandang dana perusahaan
6. Investor penanam modal
7. Masyarakat umum yang dilayani
8. Pelanggan yang membeli produk




Share:

BAB 14 KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN

BAB 14
KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN
1.      Kompetensi Inti Kewirausahaan
Menurut Collin Montgomery (1995: 5), strategi perusahaan adalah cara-cara perusahaan untuk menciptakan suatu nilai melalui konfigurasi dan koordinasi aktivitas multipemasaran. Oleh karena itu, salah satu tugas manajemen strategis adalah menciptakan laba yang bisa dipergunakan sebagai sumber dana untuk investasi dan meningkatkan manfaat bagi pemilik kepentingan.
Menurut Albert Widjaja (1993), laba perusahaan masih merupakan tujuan yang kritis dan menjadi ukuran keberhasilan, tetapi bukan tujuan akhir dari suatu perusahaan. Teori ekonomi mikro neoklasik dari mazhab Austria, dikemukakan bahwa perusahaan bias memperoleh keuntungan bila memiliki keunggulan yang unik untuk menghindari persaingan sempurna. Menurut Schumpeter (1934), keuntungan tersebut hanya bias diciptakan dari penemuan yang dilakukan para wirausaha. Menurut Ricard A. D’Aveni (1994: 253), penemuan para wirausaha merupakan hasil dari proses kreatif yang dinamis dari para pencipta yang berusaha menciptakan ketidakseimbangan pasar.
Michael Porter (1980) yang terkenal dengan strategi bersaingnya mengemukakan bahwa perusahaan harus daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan. Mnurut teori strategi dinamis dari Porter (1991), perusahaan dapat mencapai kebehasilan bila tiga kondisi dipenuhi, yaitu:
Pertama, tujuan perusahaan dan kebijakan fungsi-fungsi manajemen (seperti produksi dan pemasaran) harus secara kolektif memperhatikan posisi terkuat dipasar.
Kedua, tujuan dan kebijakan tersebut ditumbuhkan berdasarkan kekuatan perusahaan serta diperbarui terus (dinamis) sesuai dengan perubahan peluang dan ancaman lingkungan eksternal.
Ketiga, perusahaan harus memiliki dan mengenali kompensi khusus sebagai pendorong untuk menjalankan perusahaan, misalnya dengan reputasi merek dan biaya produksi yang rendah.
Oleh sebab itu, menurut Mintzberg (1990) dalam teori ”design school” perusahaan harus mendasain strategi yang cocok antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai dan berpedoman pada pilihan alternative dari “strategi besar” , yang kemudian didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti yang merupakan kompensi khusus dari pengolahan sumber daya perusahaan.
Inti dari teori kompetensi inti sebenarnya sering dikemukakan para ahli seperti Gary Hamel dan C.K. Prahalad dalam karyanya “Competing for the Future” (1994), mengemukakan beberapa definisi kompetensi inti sebagai berikut:
1)      Kompentensi inti menggambarkan kemampuan kepemimpinan dalam serangkaian produk atau jasa.
2)      Kompetensi adalah sekumpulan keterampilan dan teknologi yang dimiliki perusahaan untuk dapat bersaing.
3)      Kompetensi inti adalah keterampilan yang memungkinkan perusahaan memberikan manfaat fundamental kepada pelanggan.
4)      Suber-sumber kompetensi secara kompetitif merupakan ssuatu keunikan bersaing dan memberikan kontribusi terhadap nilai dan biaya konsumen.
Menurut Mahoney dan Pandian (1992), untuk menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan krisis eksternal, perusahaan kecil dapat menggunakan teori “ strategi berbasis sumber budaya” yang dikutip juga oleh Schoemaker (1980), menyebutkan bahwa pusat perhatian perusahaan dalam menciptakan keunggulan daya saing untuk mencari keuntungan besar yang dikemukakan Porter (1985) merupakan strategi jangka pendek dan statis, karena untuk memperoleh keuntungan yang berkesinambungan yang diperlukan adalah daya saing jangka panjang. Untuk meraih keuntungan yang berkesinambungan, perusahaan harus berusaha mencari dan menumbuhkan kapabilitas khusus dari semua sember daya yang mungkin belum dimanfaatkan secara optimal dan dapat diubah menjadi peluang produktif yang unik, diantaranya melalui pencairan ide-ide yang baru atau wawasan manajemen yang lebih luas secara terus-menerus. Menurut teori ini, perusahaan dapat memperoleh keuntungan melaui penggunaan sumber daya yang lebih baik, yaitu dengan:
1)      Pola organisasi dan administrasi yang baik.
2)      Perpaduan asset fisik berwujud seperti sumber daya manusia dan alam, serta asset tidak berwujud seperti kebiasaan berfikir kreatif dan keterampilan manajerial.
3)      Budaya perusahaan.
4)      Proses kerja dan penyesuaian yang cepat atas tuntutan baru.
Dari teori berbasis sumber daya tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam konteks persaingan bebas seperti saat ini, para wirausaha harus menggunakan strategi pengelolaan usahanya. Untuk itu perusahaan harus mengguanakan sumber daya internal dengan mengarah pada keahlian khusus yang dapat menciptkan produk yang unggul untuk memperbesar pangsa produksi produk konsumen akhir.
Menurut Grant (1991) yang dikutip oleh Albert Wijaya (1994), terdapat langkah yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi berbasis sumber daya, diantaranya:
1)      Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sumber daya. Sumber daya tersebut berupa:
         Teknologi.
         Kapabilitas karyawan.
         Paten dan merek.
         Kemampuan keuangan.
         Kecanggihan pemasaran.
         Pelayanan pelanggan.
2)      Mengidentifikasi dan mengevaluasi kemampuan atau kapabilitas. Kapabilitas dapat diartikan sebagai apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan melalui kerja sama tim untuk mengembangkan sebagai sumber daya yang dimiliki perusahaan. Kapabilitas itu mengintregasikan ide baru, keterampilan, dan pengetahuan lain yang menjadi kunci berfikir kreatif.
3)      Menyortir dan mengembangkan kapabilitas utnuk diterapkan di pasar guna mencapai keuntungan tinggi secara kesinambungan yang sulit ditiru atau disaingi. Pada tahap ini kapabilitas perlu dipelihara dalam hal:
         Daya tahan, yaitu perlu untuk terus diperbharui atau dimodifikasi dengn mencari pengetahuan dan ide-ide baru.
         Tidak boleh transparan, yaitu dengan mengembangkan kapabilitas yang beragam dan tidak menggantungkan salah satu sumber kapabilitas sehingga sulit diamati atau direkontruksi oleh orang lain.
4)      Memformulasikan strategi pengembangan sumber daya inti dn kapabilitas seefektif mungkin pada semua kegiatan manajemen. Sementara itu, perusahaan harus mempelajari perkembangan manajemen dan kemungkinan-kemungkinan masa depan untuk mempertahankan daya saing perusahaan secara berkesinambungan.

2.      Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan
Dalam manajeen strategis yang baru, Minztberg mengungkapkan 5P yang sama artinya dengan strategi, yaitu perencanaan, pola, posisi, persfektif, dan permainan atau taktik.
Strategi adalah Perencanaan
Konsep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan, arahan atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai tujuan dimasa depan. Akan tetapi, tidak selamanya strategi adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah dilakukan sebelumnya, misalnya pola-pola prilaku bisnis yang telah dilakukan dimasa lampau.
Strategi adalah Pola
Menurut Minztberg, strategi adalah pola, yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy, karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan, atau disebut jugarealized strategy karena sudah dilakukan oleh perusahaan.
Strategi adalah Posisi
Defiisi strategi ketiga menurut Menztberg merupakan strategi adalah posisi, yaitu memosisikan produk tertentu ke pasar tertentu. Strategi ini cenderung melihat kebawah, yaitu ke satu titik bidik dimana produk tertentu bertemu dengan pelanggan, dan melihat keluar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal.
Strategi adalah Persfektif
Jiak dalam P kedua dan ketiga cenderung melihat kebawah dan keluar, maka sebaliknya dalam persfektif cenderung melihat kedalam, yaitu kedalam organisasi, dan keatas, yaitu melihat visi utama dari perusahaan.
Strategi adalah Permainan
Strategi adalah suatu manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing. Suatu merek, misalnya meluncurkan merek kedua agar posisinya tetep kukuh dan tidak tersentuh karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi.


A.    Teori Strategi Generik dan Keunggulan Bersaing
Dalam karyanya yang paling terkenal Competitive Strategy, Michael P. Porter (1997 dan 1998) memungkapkan beberapa strategi  yang dapat digunakan perusahaan untuk dapat bersaing. Beberapa aspek inti dari teori Porter tersebut adalah:
1.      Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau kegagalan bergantung pada keberanian perusahaan untuk dapat bersaing. Tanpa berani bersaing, keberhasilan tidak mungkin dapat diperoleh.
2.      Keunggulan bersaing berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh perusahaan bagi langganan atau pembeli. Keunggulan bersaing menyangkut bagaimana suatu perusahaan benar-benar menerapkan strategi generiknya dalam kegiatan praktis.
3.      Ada dua jenis keunggulan bersaing, yaitu biaya rendah dan diferensiasi. Perusahaan yang berhasil dengan strategi biaya rendah memiliki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang lebih efesien dibandingkan pesaing. Sedangkang diferensiasi adalah  kemampuan untuk menghasilkan barang dan jasa unik serta memiliki nilai lebih bagi pembeli dalam bentuk kualitas produk, sifat-sifat khusus, dan pelayanan lainya.
4.      Kedua jenis dasar keunggulan bersaing diatas menghasilkan tiga strategi generik (Porter, 1997: 11-13), yaitu:
a)      Biaya rendah, strategi ini mengandalkan keunggulan biaya yang relative rendah dalam menghasilkan arang dan jasa. Keunggulan biaya berasal dari:
         Pengerjaan bersekala ekonomis
         Teknologi milik sendiri
         Akses preferensi ke bahan baku
b)      Deferensiasi, strategi ini berasal darikemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang unik dalam industrinya dan dalam semua dimensi umum yang dapat dihargai oleh konsumen. Deferensiasi dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, antara lain:
         Deferensiasi produk
         Deferensiasi system penyerahan/ penyampaian produk
         Deferensiasi dalam pendekatan pemasaran
         Deferensiasi dalam peralatan dan kontruksi
         Deferensiasi dalam citra produk
c)      Focus, strategi focus berusaha mencari keunggulan dalam segmen sasaran pasar tertentu meskipun tidak memiliki keunggulan bersaing secara keseluruhan. Terdapat dua focus, yaitu:
         Focus biaya, dilakukan dengan mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen sasaranya.
         Focus deferensiasi, dilakukan dengan mengusahakan deferensiasi dalam segmen sasaranya, yaitu pembeli dengan pelayanan paling baik dan berbeda dengan yang lainya.
B.     Strategi The New 7-S’s(D’Aveni)
Untuk menghadapi kodisi yang semakin dinamis seperti sekarang ini, Richard A. D’Aveni (1994: 243) mengemukakan suatu ide dasar bahwa perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti, pengetahuan, dan keunikan asset tidak berwujud untuk menciptakan keunggulan. Oleh karena itu, D’Aveni mengajukan tujuh kunci keberhasilan perusahaan dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis yang dikenal dengan “The New 7-S’s”. Konsep ini meliputi pokok-pokok dasar sebagai berikut:
1.      Superior Stakeholder Satisfaction. Strategi yang pertama dari konsep ini bertujuan memberikan kepuasan jauh diatas rata-rata kepada orang-orang yang berkepentingan terhadap perusahaan, tidak hanya memegang saham, namun juga pemasok, karyawan, manajer, konsumen, pemerintah, dan masyarakat sekitarnya. Dengan memberi kepuasan kepada setiap pemilik kepentingan tersebut, maka kinerjanya perusahaan akan semakin tinggi.
2.      Soothsaying. Strategi yang kedua ini berfokus pada sasaran, artinya perusahaan harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan.
3.      Positioning for Speed. Strategi ketiga adalah strategi dalam memosisikan perusahaan secara cepat di pasar. Perusahaan harus segera mengomunikasikan produk yang dihasilkan ke pasar agar segera dikenal konsumen.
4.      Positioning for Surprise. Strategi keempat adalah membuat posisi yang mencengangkan melaui barang dan jasa-jasa baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru sehingga konsumen lebi menyukai barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
5.      Shifting the Role of the Game. Strategi kelima adalah mengubah pola-pola persaingan perusahaan yang dimainkan sehingga pesaing terganggu dengan pola-pola baru yang berbeda.
6.      Signaling Strategic Intent. Strategi keenam adalah mengutamakan perasaan. Kedekatan dengan para karyawan, relasi, dan konsumen merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
7.      Simultanous and Squential Strategic Thrusts. Strategi ketujuh adalah mengembangkan factor-faktor pendorong atau penggerak strategi secara simultan dan berurutan melalui penciptaan barang dan jasa yang selalu memberi kepuasan kepada konsumen.

Kunci utama The new 7-S’s adalah menggunkan inisiatif untuk merebut persaingan. Menurut D’Aveni, The New 7-S’s menyangkut penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda untuk masa yang akan dating. Strategi ini dimaksudkan untuk membatasi strategi dinamis yang dimiliki oleh pesaing. Tujuan dari The New 7-S’s adalah menciptakan gangguan melalui penciptaan keunggulan-keunggulan baru yang berkesinambungan.


Share:

BAB 13 PROFIL USAHA KECIL DAN PERKEMBANGANNYA

BAB 13
PROFIL USAHA KECIL DAN PERKEMBANGANNYA
Profil Usaha Kecil
Sampai saat ini batasan usaha kecil masih berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Usaha kecil telah didefinisikan dengan carayang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi.Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993: 14),
―A small business is one which independently owned and operated and is notdominant in its field‖.

―Small Business Development Centre‖ University of Winconsin
-Madison, perusahaan kecil memiliki ciri-
ciri sebagai berikut: ―Greater potential, greater
risk, limited access to capital, one or few managers, and less able to survive
major mistakes‖.
M. Kusman Sulaeman (1988-1989:43), mengemukakan beberapa ciri pekerjaanmanajerial dari usaha kecil, yaitu :
―No training, job is directly important, challenging, satisfying, less formal work,
much operating, mixed works, direct contact, informal communication, andmuch more telephone, sales less than $200 m, earning/share is low, lessdiversified production, less conservative financing method, and market positionis weak, more operational, routine work, authoritarian, short term thinking, and
operating orientation‖.
 Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kriteria yang baku mengenai usahakecil, Berbagai instansi menggunakan batasan dan knitenia menunut fokus penmasalahan yang dituju. Dalam Undang-undang No. 9/1995 Pasal 5 tentangusaha kecil disebutkan beberapa kriteria usaha kecil sebagai berikut:1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 (dua ratus jutarupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satumiliar rupiah).Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) mendefinisikan usaha kecil denganukuran tenaga kerja, yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar, pekerja pemilik, dan pekerja keluarga. Perusahaanindustri yang memiliki tenaga kerja kurang dan 5 orang diklasifikasikan sebagaiindustri rumah tangga (home indus¬tri). Berbeda dengan klasifikasi yangdikemukakan oleh Stanley dan Morse, bahwa industri yang menyerap tenagakerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan numah tangga. Industri kecilmenyerap 10-49 orang, industri sedang menyerap 50-99 orang, dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih.Pada usaha kecil, manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik, majikan, dan investor yang me-ngambil berbagai keputusannya secaramandiri. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanyadari beberapa sumber saja. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secanamandiri, maka daerah operasinya juga adalah lokal, majikan dan karyawantinggal dalam suatu daerah yang sama, bahan baku lokah dan pemasarannyapunhanya pada lokasi/daerah tertentu. Akan tetapi, secara keseluruhan meru-pakansektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar
Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for EconomicDevelopment
 —
CED), mengemukakan kriteria usaha kecil sebagai berikut:1) Manajemen berdiri sendiri, manajer adalah pemilik.2) Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil.3) Daerah operasi bersifat lokal.4) Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil.Kekuatan dan kelemahan Usaha KecilBebenapa kekuatan usaha kecil antara lain:-

Memiliki kebebasan untuk bertindak. Bila ada perubahan, misalnya perubahan produk baru, teknologi baru, dan perubahan mesin baru, usahakecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaanyang berubah tersebut. Sedangkan, pada perusahaan besar, tindakan cepattersebut susah dilakukan.-

Fleksibel. Perusahaan kecil sangat luwes, ia dapat menyesuaikan dengankebutuhan setempat. Bahan baku, tenaga kerja dan pemasaran produkusaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu menda-tangkan dari daerahlain atau impor.-

Tidak mudah goncang. Karena bahan baku dan sumber daya lainnyakebanyakan lokal, maka perusahaan kecil tidak rentan terhadap fluktuasi bahan baku impor. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagaiakibat tingginya nilai mata uang asing, maka kenaikan mata uang asingtersebut dapat dijadikan peluang dengan memproduksi barang-baranguntuk keperluan ekspor.

Kelemahan perusahaan kecil dua aspek, yaitu :1.

Aspek kelemahan struktural
. Kelemahan dalam struktur perusahaanmisalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi, kelemahandalam pengendalian mutu, kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi, kesulitan mencari permodalan, tenaga kerja masih lokal, danterbatasnya akses pasar. Kelemahan faktor struktural yang satu salingterkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaranketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecilterdominasi dan rentan.Secara struktural, salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjoladalah kurangnya permodalan. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku, maka pengusaha kecilmemiliki ketergan-tungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. Akibat dan ketergantungan tersebut, otomatis harga jual produk yangdihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal, maka terjadilah pasar monopsoni.Dengan kondisi ini, maka batas keuntungan pengusaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. Terjadilah repatriasikeuntungan yang mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil.Kondisi tersebut mengakibatkan ketengantungan pengusaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh bataskeuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku.2.

Aspek kelemahan Kultural
. Kelemahan kultural mengakibatkankelemahan struktural. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnyaakses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain gunamemperoleh akses permodalan, pemasaran, dan bahan baku, seperti:a.

Informasi peluang dan cara memasarkan produk. b.

Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik, murah, dan mudahdidapat.c.

Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan pengusaha besar dalammenjalin hubungan kemitraan.d.

Informasi tentang tata cara pengembangan produk, baik desain, kualitas,maupun kemasannya.



Share:

BAB 12 PERENCANAAN, PENGELOLAAN, DAN STRATEGI BISNIS

BAB 12
PERENCANAAN, PENGELOLAAN, DAN STRATEGI BISNIS
ý Perencanaan usaha
Langkah pertama setelah memilki ide untuk memulai usaha didapat, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuat perencanaan. Hal ini berguna sebagai persiapan awal yang mana memiliki dua fungsi yaitu: sebagai pedoaman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha dan sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.
Pengertian dari perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis berisikan misi, usulan, operasional, rincian financial, strategi, peluang usaha yang mungkin diraih dan kemampuan serta keterampilan pengelolaanya.
Menurut Zimmerer (1993: 331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha, yaitu:
1. ringkasan pelaksanaan
2. profil usaha
3. strategi usaha
4. produk dan jasa
5. strategi pemasaran
6. analisis pesaing
7. ringkasan karyawan dan pemilik
8. rencana operasional
9. data financial
10. proposal/ usulan pinjaman
11. jadwal operasional
sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 131), perencanaan bisnis memuat sejumlah topic, yang meliputi:
1. ringkasan eksekutif
2. pernyataan misi
3. lingkungan usaha
4. perencanaan pemasaran
5. tim manajemen
6. data financial
7. aspek-aspek legal
8. jaminan asuransi
9. orang-orang penting
10. pemasok
11. resiko
Setelah membuat ringkasan eksekutif, langkah berikutnya adalah menentukan misi usaha yang mengambarkan maksud-maksud usaha dan filosofi manajemen perusahaan. Selain itu diperlukan membuat format rinkasan eksekutif seorang calon pengusaha juga harus membuat usulan atau proposal usaha. Usulan usaha dimaksudkan untuk mengajukan dana kepada penyandang dana, seperti investor, banker, dan lembaga keuangan lainnya yang siap membantu perusahaan.
Bebebrapa aspek yang biasanya dimuat dalam proposal usaha meliputi:
1. manajemen usaha
2. pemasaran
3. produksi/ operasional
4. keuangan perusahaan
ý Pengelolaan Keuangan
Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuagan, yaitu::
1) Aspek Sumber Dana
sumber-sumber keuangan perusahaan ditimjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
a. dana yang berasal dari perusahaan yang disebut pembelanjaan internal. Penggunaan dana ini merupakan cara yang paling mudah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan, sebab tinggal mengambil dana yang sudah tersedia di perusahaan. Oleh karena sumber dana interen biasanya sangat terbatas, maka dalam pengunaannya harus diperhatikan tentang biaya kesempatan (opportunity cost), yaitu peluang yang hilang akibat pengunaan lain atau penerimaan yang seharusnya diterima tetapi hilang akibat pengunaan sumber-sumber tersebut dalam operasi perusahaan. Misalnya: bunga dana milik sendiri atau sewa gedung milik sendiri ynag seharusnya diterima, hilang akibat dana atau gedung tersebut digunakan dalam perusahaan. Bunga atua sewa yang seharusnya diterima oleh pemiliknya tersebut seharusnya dihitung sebagai biaya perusahaan.
b. Dana yang berasal dari luar perusahaan, disebut pembelanjaan eksternal. Sumber dana ekstern mencakup:
• Dana dari pemilik atau penyertaan. Dalam perusahaan harus adanya pemisah yang tegas antara dana milik pribadi atau pembelanjaan sendiri (misalnya saham) dengan milik perusahaan.
• Dana yang berasal dari utang/ pinjaman baik jangka pendek maupun jangka panjang, atau disebut pembelanjaan asing. Sumber dana ekstern diantaranya kredit jangka pendek(kredit rekening Koran, kredit penjual,/ pembeli, askep) dan kredit jangka panjang (hipotik, obligasi, kredit bank, dan kredit dari Negara lain).
• Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerah.
• Dana dari teman atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya.
• Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.
2) aspek rencana dan penggunaan dana.
Ada bebebrapa aspek yang harus diperhatikan dalam merancang penggunaan biaya, biaya:
• buiaya awal
• proyeksi/ rancangan keuangan, yang mencakup: Neraca harian (Balance Sheet), Laporan Laba Rugi (Income Statements), Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements).
• Analisis pulang pokok (Break-Even Analysis), biaya awal (start-up cost) adalah biaya yang diperlukan ketika perusahan akan berdiri. Biaya awal perusahaan yang baru berdiri pada umumnya meliputi:
Biaya awal yang tidak terduga (unik), Biaya administrasi (gaji karyawan dan peralatan kantor), Biaya (sewa) bagunan, Biaya asuransi, Biaya tambahan atau biaya secara umum.
Sebagai ilustrasi bagi perusahaan baru, perkiraan keseluruhan biaya awal perusahaan atau estimasi biaya perusahaan yang diperlukan.

3) aspek pengawasan atau pengendalian keuangan.

ý Teknik dan Strategi Pemasaran
Setelah memahami perencanaan usaha, langkah selanjutnya adalah mempelajari dan melatih bagaimana barang dan jasa yang dihasilkan itu dipasarkan (Distribusi). Sesuai dengan devinisi pemasaran itu sendiri yaitu: kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe/ search), menghasilkan barang dan jasa sesuai deangan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat harga (price), mempromosikannya agar produk dikenal konsumen (promotion), dan mendistribusikan produk ketempat konsumen (place), maka tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen (J. Supranto, 1993).
Ini berarti bahwa dalam pemasaran haruslah diawali dengan riset pemasaran, yaitu untuk meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen. Sesuai dengan tujuan pemaasaran maka inti dari pemasaran yaitu menciptakan nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai yang diciptakan oleh pesaing bagi konsumen. Strategi usaha yang yang cocok dengan konsep tersebut adalah memproduksi barang dan jasa apa bisa dijual dan bukan menjual barang dan jasa yang bisa diproduksi. Prinsip dasar dari pemasaran adalah menciptakan nilai bagi langganan (customer value), keunggulan bersaing (competitive advantages), dan fokus pemasaran. Tujuan pemasaran bukanlah untuk mendapatkan langganan, akan tetapi memperbaiki situasi bersaing.
1) Perencanaan Pemasaran
Pembahasan tentang strategi perusahaan tidak bias terlepas dari perencanaan, arahan, atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru, yaitu:
1. Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan
2. Memilih pasar sasaran khusus (pasar individual/ individual market, pasar khusus/ niche market, segmentasi pasar/ market segmentation)
3. Menempatkan strategi pemasaran dalam persaingan
4. Memilih strategi pemasaran

2) Bauran Pemasaran
1. Penelitian dan pengembangan pasar (Probe)
Langkah dalam kegiatan pemasaran adalah meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen, berapa jumlahnya, bagaimana daya belinya, dimana tempat konsumennya, dan berapa permintaannya, semuanya merupakn informasi penting bagi pemasaran produk baru.
2. berorientasi pada konsumen
usaha baru yang berhasil pada umunya memusatkan perhatian pada pengembangan sikap yang berorientasi pada kepuasan pemilik kepentingan (Stakeholder satisfaction).
3. Kualitas
Agar berhasil dalam persainagn global sangatlah penting bagi perusahaan untuk mmeperhatikan kulitas barang dan jasa serta pelayanan. Perbaikan kualitas tersebut terangkum dalam (Total Quality Managenent/ TQM). Menurut Zimmerer (1996) ada lima komponen kualitas yang secara berurutan perlu diperhatikan, yaitu:
• Ketepatan (Realibity), yaitu rat-rat kelalaian/ pengabaian.
• Daya tahan (Durability), yaitu berapa lama barang dan jasa tersebut dapat dipakai/ bertahan.
• Mudah digunakan (easy of use), yaitu barang dan jasa tersebut harus mudah untuk digunakan.
• Nama merek yang terkenal dan dipercaya (Known and trusted brand name).
• Harga yang relative murah.
4. Kenyamanan
Untuk mengetahui kenyamanan dapat dilakukan dengan cara meminta informasi kepada pelanggan.
5. Inovasi
Inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi usaha baru. Perubahan pasar yang sangat cepat dan persainagn yang kompleks menuntuk inovasi yang terus menerus, hal itu akan menjadi kekuatan bagi wirausahawan dalam meraih sukses usahanya. Bebebrapa bentuk inovasi yang lazim dan terkenal antara lain bentuk baru, perbedaan teknik/ cara, dan pendekatan baru dalam memperkenalkannya.
6. Kecepatan
Kecepatan merupakan kekuatan dalam persainagn. Dengan kecepatan berarti mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, dan memenuhi permintaan pasar. Secara filosofis, kecepatan disebut Time Commpression Mangement (TCM).
7. Pelayanan dan kepuasan pelanggan

8. Produk (Tahap pengembangan, Tahap pengenalan, Tahap pertumbuhan penjualan, Tahap kematangan, Tahap kejenuhan, Tahap penurunan)
9. Tempat
10. Harga
11. Strategi pemasaran: Bagi usaha baru
12. Tehnik penentuan harga : Untuk produk baru
13. Tehnik penentuan harga: Untuk barang konsumsi
14. Tehnik penentuan harga: Untuk barang industri
15. Tehnik penentuan haraga: Untuk jasa
16. Alat-alat penentuan harga
17. Promosi
3) Kiat pemasaran usaha baru
Bila kita tidak mengetahui barang dan jasa yang akan kita jual, kita terlebih dahulu harus melakukan survei untuk mendapatkan informasi mengenai:
1. Peluang pasar
Peluang pasar dapat dilihat dengan cara mengamati konsumen. Fokus pengamatan tersebut adalah:
• Barang dan jasa apa yang paling dibutuhkan konsumen
• Berapa banyak yang mereka butuhkan?
• Kualitas yang mana yang paling tepat?
• Berapa banyaknya?
Untuk melihat ada tidaknya peluang pasar yang dituju, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan:
• Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh masyarakat.
• Kapan saja mereka membutuhkan barang, misalnya setiap saat sering dibutuhkan, kadang-kadang dibutuhkan atau jarang dibutuhkan.
• Lihat karakteristik konsumen baik dari segi jenis kelamin, usia, pekerjaan, maupun pendidikan.
• Bagainama daya beli (kemampuan bayar) Konsumen. Perlu diperhatikan adalah pendapatan masyarakat.
• Lihat ada pesaing atau tidak. Bila ada, peluang pasar apa yang belum digarap oleh pesaing.
2. Tempat yang tepat
Carilah tempat memasarkan barang yang cocok. Misalnya, ditempat yang ramai dan dikunjungi dilewati orang seperti ditempat pariwisata, dipasar umu, didekat lalu lintas jalam raya, dsb.
3. Banyaknya barang yang dibutuhkan
Berapa banyak barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen rata-rata per hari (dengan perkiraan).
4. Target yang hendak dicapai
Misalnya, untuk mengejar keuntungan, untuk meraih pelanggan rutin, untuk meraih pelanggan temporer, atau hanya sekedar laku terjual dalam rangka meraih konsumen baru.
5. Fungsi-fungsi pemasaran usaha baru
Ada beberapa kegiatan dalam lingkup peamsaran, yakni:
• Pembelian, yaitu memberi barang yang akan kita jual kembali.
• Penyimpanan (Penggudangan)
• Sortir dan Pengemasan, yaitu dilakukan dalam bentuk dan warna yang menarik, aman dari perubahan bentuk, warna, sifat, ukuran dan standar kualitas.
• Penjualan, dapt dilakukan dengan cara: Langsung mendatangui konsumen, Menunggu kedatangan konsumen, Melayani pemesanandan kontrak produksi.
ý Teknik Pengembangan Usaha
a) Peningkatan Skala Ekonomis
Cara ini dapat dilakukan dengan menambah skala produksi, tenaga kerja, teknologi, system distribusi dan tempat usaha
b) Perluasan Cakupan Usaha
Cara ini bisa dilakukan dengan menambah jenis usaha baru, produk dan jasa baru yang berbeda dari yang sekarang diproduksi (diversifikasi), serta dengan teknologi yang berbeda.
Lingkup usaha ekonomis dapat didefinisikan sebagai suatu diversifikasi usaha ekonomis yang ditandai oleh total biaya produksi gabunagn (joint total production cost) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama-sama adalah lebih kecil dari pada penjumlahan biaya produksi masing-masing produk itu apabila diproduksi secara terpisah.

2. MANAJEMEN DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN
ý Manajemen Kewirausahaan
Para wirausaha menggunakan proses inovasi sebagai alat pemberdayaan sumber-sumber untuk menciptakan suatau nilai barang dan jasa. Proses inovasi dikendalikan oleh kreativitas. Kreativitas merupakan mata rantai antara pengetahuan pengenalan cara baru untuk mengombinasikan sumber-sumber dan proses pengembangan pengetahuan secara sistematis ke dalam suatu inovasi yang digunakan di pasar.
Manajemen wirausaha menyangkut semua memuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis. Bila usaha baru ingin berhasil, maka wirausaha harus memiliki kompetensi, diantaranya:
1) Focus pada pasar, buakn pada teknologi
2) Buat ramalan pendanaan untuk menghindari tidak terbiayainya perusahaan.
3) Bangun tim manajemen, bukan menonjolkan perorangan (not a "one person" show).
4) Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu.
Jika manajemen lewirausahaan menyangkut lingkungan internal perusahaan keputusan-keputusan taktis), maka strategi kewirausahaan menyangkut kesesuaian kemampuan internal dan aktivitas perusahaan denagn lingkungan eksternal, di man aperusahaan harus bersaing dengan menggunakan keputusan-keputusan strategis. Dalam melakukan strategi usahanya, wirausahanya biasanya mengunakna salah satu strategi dari empat strategi, sebagai berikut:
• Berada pertama di pasar dengan produ dan jasa baru.
• Posisikan produk dan jasa baru tersebut pada relung pasar (niche market) yang tidak terlayani.
• Fokuskan barang dan jasa pada relung kecil tetapi bias bertahan.
• Mengubah karakteristik produk, pasar atau industri.
Dengan demikian, perusahaan dapat bersaing apabila secara konsisten dan berkesinambungan memperbaiki produk, barang dan jasa atau proses itu sendiri.
ý Strategi Kewirausahaan
pada umumnya perusahaan kecil yang berhasil secara berkesinambungan dan dapat bersaing secara unggul memiliki keunggulan dalam bidang teknik, produk yang unik, dan memiliki cakupan distribusi geografis pasar yang terbatas.
1) Strategi bagi pemimpin pasar
Apabila perusahaan telah memiliki peluang pasar yang besar seperti pada masa pertumbuhan, maka strateginya:
• Bersikap menyerang dan agresif untuk mempertahankan pangsa pasar.
• Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif yang bertujuan untuk menenmukan keunggulan bersaing dan secara bertahap dapat membnagun hambatan masuk kesegmen pasar yang dipilih untuk bersaing.
• Tidak boleh ada anggapan bahwa perusahaan yang berahsil tidak memiliki tantangan.
2) Strategi bagi bukan pemimpin pasar
Perusahaan yang memasuki tahap pertumbuhan yang memiliki posisi kuat, (bukan pemimpin pasar) di pasar, memiliki strategi tertentu. Akan tetapi strataegi ini bukan untuk bersaing denag pemimpin pasar. Strategi ini dilakukan dengan cara:
• Secara agresif mengunakan kompetensi terbaik untuk meraih peluang pasar, sehingga tidak tertandingi oleh pesaing.
• Mengembnagkan strategi sebagai pengikut. Dalam kondisi ekonomi yang baik, perusahaan yang mengikuti strategi ini bias berhasil.
3) Strategi yang lain
Banyak strategi yang dilakukan wirausahawan pada tahap pertumbuhan, diantaranya:
• Pertahanan bersaing. Dalam hal ini pengembangn produk dan perluasan pelayanan perusahaan harus selalu dinamis dan memosisikan perusahaan dalam keadaan kritis.
• Mencoba produk yang akan menjadi andalan utama yang baru (big hitter), dan tidak berkonsentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada.
• Mengambil langkah positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci dan ahli teknik professional yang selalu diikutsertakan dalam pembentukan keberhasilan perusahaan.
ý Memelihara Semangat Wirausaha
untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan dipasar dapat dilakukan dengan cara:
1) Mendidik wirausaha tentnag pelayanan perusahaankhususnya tentnag alasan mereka membeli produk dan jasa, tentang masalah yang dihadapi pelanggan, dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan.
2) Mendidik wirausaha tentnag nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya, tentnag proses distribusi dan perbaiakn teknik produksinya untuk dapat bersaing.
3) Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru


Share:

Business

Popular

Arsip Blog

Recent Posts