Tampilkan postingan dengan label Studi Kelayakan Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Studi Kelayakan Bisnis. Tampilkan semua postingan

BAB 9 Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)


9. ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)
1. PENGERTIAN AMDAL
 AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) dalam Peraturan Pemerintah NO 27 TAHUN 1999 memiliki pengertian yaitu kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan  pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.
AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural.
Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup” yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal.
2. TUJUAN DAN FUNGSI AMDAL
a. TUJUAN AMDAL
Secara umum AMDAL mempunyai tujuan yaitu untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin.
b. FUNGSI AMDAL
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantauan lingkungan hidup
Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak ditimbulkan dari suatu rencana usaha dann atau kegiatan
Awal dari rekomendasi tentang izin usaha
Sebagai Scientific Document dan Legal Document
Izin Kelayakan Lingkungan
Menunjukkan tempat pembangunan yang layak pada suatu wilayah beserta pengaruhnya
Sebagai masukan dengan pertimbangan yang lebih luas bagi perencanaan dan pengambilan keputusan sejak awal dan arahan atau pedoman bagi pelaksanaan rencana kegiatan pembangunan termasuk rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan
3. JENIS – JENIS AMDAL
Berikut ini adalah jenis AMDAL yang dikenal di Indonesia:
1. AMDAL Proyek Tunggal, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha/kegiatan yang diusulkan hanya satu jenis kegiatan.
2. AMDAL Kawasan, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan dari berbagai kegiatan dimana AMDAL menjadi kewenangan satu sektor yang membidanginya.
3. AMDAL Terpadu Multi Sektor, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan dari berbagai jenis kegiatan dengan berbagai instansi teknis yang membidangi.
4. AMDAL Regional, adalah studi kelayakan lingkungan untuk usaha atau kegiatan yang diusulkan terkait satu sama lain
4. JENIS USAHA DAN/ATAU KEGIATAN WAJIB AMDAL
Jenis usaha dan/atau kegiatan yang wajib AMDAL (pasal 3 ayat 1 PP RI No. 27 Tahun 1999):
a. Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam,
b. Eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun tidak,
c. Proses dan kegiatan yang secara potensial menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan LH serta kemerosotan pemanfaatan SDA,
d. Proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi lingkungan alam, buatan dan sosial-budaya,
e. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi kelestarian konservasi SDA dan/atau perlindungan cagar budaya,
f. Introduksi jenis tumbuhan, hewan dan jasad renik,
g. Pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati,
h. Penerapan teknologi yang diperkirakan punya potensi besar untuk mempengaruhi LH,
i. Kegiatan yang mempunyai resiko tinggi dan/atau mempengaruhi pertahanan negara.
Dalam studi AMDAL ada empat kelompok parameter komponen lingkungan hidup, Keputusan Kepala Bapedal No. 19 Tahun 1990, yaitu:
1. fisik-kimia (iklim, kualitas udara dan kebisingan, demografi, fisiografi, hidro-oceanografi, ruang, lahan dan tanah serta hidrologi).
2. biologi (flora dan fauna).
3. sosial (budaya, ekonomi, pertahanan/keamanan)
4. kesehatan masyarakat.
5. DOKUMEN AMDAL
Dokumen AMDAL merupakan hasil kajian kelayakan lingkungan hidup dan merupakan bagian integral dari kajian kelayakan teknis dan finansial-ekonomis. Selanjutnya dokumen ini merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan ijin usaha dari pejabat berwenang. Dokumen AMDAL terdiri dari beberapa dokumen sebagai berikut:
1. Kerangka Acuan ANDAL (KA-ANDAL), adalah ruang lingkup kajian analisis mengenai dampak lingkungan hidup yang merupakan hasil pelingkupan.
2. Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), adalah telaah secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
3. Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
4. Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)


Share:

BAB 8 Aspek Ekonomi, Sosial


1.      Aspek Ekonomi, Sosial 

A.    PENGERTIAN ASPEK SOSIAL EKONOMI
            Dalam aspek ekonomi dan sosial dampak positif yang diberikan dengan adanya investasi lebih ditekankan kepada masyarakat khususnya dan pemerintah umumnya.
Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi adalah akan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan.Aspek ekonomi memiliki 2 sisi yaitu sisi negatif dan sisi positif.Dari segi negatif, aspek ekonomi yaitu penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, pengangguran yang semakin bertambah banyak karena masuknya masyarakat luar. Dari segi positif, aspek ekonomi yaitu pendapatan yang masuk dari pemerintah.
            Aspek sosial adalah mengelola dan mengatur sumber daya alam yang belum ada campur tangan dari manusia.Aspek sosial memiliki 2 sisi, yaitu sisi negatif dan sisi positif.Dari sisi negatif yaitu perubahan demografi, budaya dan kesehatan masyarakat juga perubahan gaya hidup,adat istiadat dan struktur sosial lainnya.Dari sisi positif yaitu adanya alat transportasi, listrik, air juga tersedianya jembatan bagi masyarakat sekitarnya.
            Aspek ekonomi dan sosial ini perlu diperhatikan karena dampak yang terjadi saat terjadinya kesalahan sangat banyak. Diharapkan aspek ekonomi dan sosial ini lebih banyak memberikan keuntungan dari kerugian apabila berdirinya sebuah usaha atau proyek.
            Aspek sosial dan ekonomi merupakan suatu pengaruh yang akan terjadi dengan adanya perusahaan,khususnya dibidang perekonomian masyarakat dan bidang sosial kemasyarakatan.Setiap usaha yang dijalankan akan memberikan dampak positif dan negatif bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi yang memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan, sedangkan bagi pemerintah akan memberikan pemasukan berupa pendapatan baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.Dalam Aspek ekonomi dan sosial perlu ditelaah apakah keberadaaan suatu proyek atau usaha akan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial kepada berbagai pihak atau sebaliknya.

B.     DAMPAK ASPEK SOSIAL EKONOMI
            Dampak yang ditimbulkan  dengan berdirinya sebuah perusahaan melalui kaca mata ekonomi dan Sosial yaitu sebagai berikut :
Dampak positif dari aspek ekonomi dengan adanya suatu proyek atau usaha meliputi :
1.      Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui :
a)      Terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan  bagi masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.
b)      Tersedianya sarana dan prasarana umum yang kelak akan dbisa berguna untuk masyarakat banyak juga pemerintah berupa : jalan raya, listrik, sekolah,masjid dan lain-lain.
c)      Tersedianya beragam produk barang dan jasa di masyarakat, sehingga meningkatkan persaingan dalam menciptakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

2.      Menggali, mengatur dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui :
a)      Penggunaaan lahan yang efisien dan efektif
b)      Peningkatan nilai tambah sumber daya alam
c)      Membangkitkan lahan tidur
d)     Peningkatan sumber daya alam yang belum terjamah
e)      Pemilikan dan penguasaaan sumber daya alam yang teratur.

3.      Meningkatkan perekonomian pemerintah yaitu:
a)      Menambah peluang dan kesempatan kerja  bagi masyarakat.
b)      Pemerataan pendistribusian pendapatan.
c)      Meningkatkan devisa negara.
d)     Memperoleh pendapatan berupa pajak dari sumber-sumber yang dikelola oleh perusahaan.
e)      Memberikan nilai tambah proses manufaktur.
f)       Menambah jenis dan jumlah aktivitas ekonomi nonformal di masyarakat.
g)      Menimbulkan efek ganda ekonomi.
h)      Peningkatan produk domestic regional bruto (PDRB).
i)        Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
j)        Menambah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu.
k)      Menyediakan fasilitas umum yangb sangat dibutuhkan masyarakat.
l)        Menghemat devisa apabila produk dan jasa yang dihasilkan dapat mengurangi pemakaian impor barang dan jasa dari luar negeri.
4.      Pengembangan wilayah
a)      Meningkatan pemerataan pembangunan( dengan prioritas daerah tertentu).
b)      Membuka isolasi wilayah dan cakrawakala pemikiran masyarakat dengan masuknya pembangunan.
c)      Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
d)     Terbuka lingkungan pergaulan dengan adanya pembukaan suatu wilayah.

Dampak negatif yang mungkin timbul dari aspek ekonomi :
a)      Eksplorasi sumberdaya yang berlebihan.
b)      Masuknya pekerja dari luar yang mengurangi kesempatan atau peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Sedangkan dampak sosial dengan adanya suatu proyek atau investasi meliputi :
1)     Komponen Demografi
a)      Struktur penduduk
b)      Tingkat pendapatan penduduk.
c)      Pertumbuhan penduduk.
d)     Tenaga kerja.
2)     Komponen Budaya
a)      Kebudayaan (adat istiadat, nilai dan norma budaya)
b)      Proses sosial.
c)      Warisan budaya .
d)     Sikap dan persepsi masyarakat terhadap rencana usaha atau kegiatan.
e)      Perubahan kelembagaan masyarakat di bidang ekonomi seperti pendidikan, agama dan keluarga.
f)       Perubahan pelapisan sosial berdasarkan pendidikan, ekonomi, pekerjaan dan kekuasaan.
g)      Perubahan kekuasaan dan kewenangan melalui kepemimpinan formal dan informal, mekanisme pengambilan keputusan di kalangan individu yang dominan, pergeseran nilai kepemimpinan.
h)      Kemungkinan terjadinya tingkat kriminalitas dan konflik antar warga asli dengan pendatang.
i)        Perubahan adaptasi ekologis.
3)     Kesehatan masyarakat
a)      Parameter lingkungan masyarakat yang diperkirakan terkena dampak rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b)      Proses dan potensi terjadinya pencemaran.
c)      Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit(angka kesakitan dan angka  kematian).
d)     Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.
e)      Perubahan sumber daya kesehatan masyarakat.
f)       Perubahna kondisi sanitasi lingkungan.
g)      Perubahan status gizi masyarakat.
h)      Perubahan kondisi lingkungan yang dapat mempermudah proses penyebaran penyakit.

Dampak negatif aspek sosial yaitu:
ü  Perubahan gaya hidup, budaya, adat istiadat dan struktur sosial lainnya.
ü  Meningkatnya kriminalitas.

          Pengukuran manfaat ekonomis lebih sulit dibanding pengukuran biaya ekonomis, karena di samping manfaat ekonomis yang diterima secara langsung berupa output proyek yang dapat diukur dengan satuan moneter, terdapat juga manfaat sekunder yang sulit diukur dengan satuan moneter.

            Manfaat sekunder ekonomi yang sulit diukur dengan satuan moneter :
a)      Naiknya tingkat konsumsi.
b)      Membantu proses pemerataan pendapatan.
c)      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
d)     Mengurangi ketergantungan (menambah swadaya negara).
e)      Mengurangi pengangguran (menambah kesempatan kerja).
f)       Manfaat sosial, budaya dll.
            Pengukuran manfaat ekonomi lebih sulit dibanding biaya ekonomi, karena:
a)      Beberapa manfaat primer sulit diukur dengan uang.
b)      Kebanyakan manfaat memerlukan perkiraan jangka panjang.
c)      Banyak manfaat yang bersifat tidak langsung dan dalam perwujudannya perlu proyek tambahan.

Hambatan di Bidang Ekonomi.
            Pelaksanaan pembangunan ekonomi terus dilaksanakan dalam rangka menaikkan atau paling tidak mempertahankan pendapatan yang telah dicapai. Beberapa penghambat pembangunan itu antara lain :
v  Iklim Tropis, menyebabkan terjadinya lingkungan kerja yang panas dan lembab sehingga menurunkan usaha atau gairah kerja manusia, banyak muncul penyakit, serta membuat pertanian kurang menguntungkan.
v  Produktivitas rendah, disebabkan oleh kualtas manusia dan sumber alam yang relatif kurang menguntungkan.
v  Kapital sedikit, disebabkan oleh rendahnya produktivitas tenaga kerja yang berakibat kepada rendahnya pendapatan Negara, sehingga tabungan sebagai sumber kapital juga rendah.
v  Nilai Perdagangan Luar Negeri yang Rendah, disebabkan Negara miskin mengandalkan ekspor bahan mentah yang menmpunyai elastisitas penawaran permintaan atas perubahan harga yang inelastic. Hal ini dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerugian.
v  Besarnya Pengangguran, disebabkan karena banyaknya tenaga kerja yang pindah dari desa ke kota dan kota tak mapu menampung tenaga mereka karena kurangnya factor produksi lain untuk mengimbanginya sehingga terjadilah pengangguran itu.
v  Besarnya Ketimpangan Distribusi Pendapatan, keuntungan lebih banyak dimiliki oleh sebagian kecil golongan tertentu saja.
v  Tekanan Pennduduk yang Berat disebabkan antara lain naiknya rata-rata umur manusia dibarengi dengan masih besarnya persentase kenaikan jumlah penduduk yang makin lama makin membebani sumber daya lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
v  Penggunaan Tanah yang Produktivitasnya Rendah, disebabkan karena sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama, disamping itu kualitas alat-alat produksi, pupuk, teknik npengolahan juga masih relatif rendah.

C.     PENDAPATAN PENINGKATAN NASIONAL
            Apabila suatu investasi bisa meningkatkang pendapatan masyarakat, maka secara otomatis akan meningkatkan pendapatan nasional. Artinya dengan adanya investasi akan berpengaruh terhadap peningkatan  pendapatan secara nasional dan pendapatan daerah dimana investasi tersebut dilakukan.
            Untuk menghitung Pendapatan Nasional dapat dilakukan melallui tiga pendekatan :
a)      Pendekatan Produksi (Production Approach) yaitu nilai keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam satu tahun tertentu. Cara menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah dengan menjumlahkan nilai seluruh barang dan jasa.
Sektor lapangan usaha untuk menghitung pendapatan nasional :
Ø  Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan
Ø  Pertambangan dan penggalian
Ø  Industri pengolahan
Ø  Listrik, jasa dan air minum
Ø  Bangunan
Ø  Perdagangan, hotel dan restoran
Ø  Pengangkutan dan komunikasi
Ø  Bank dan lembaga keuangan lainnya
Ø  Sewa rumah
Ø  Pemerintah dan pertahanan
Ø   Jasa-jasa lainnya
b)      Pendekatan Pengeluaran (Ekpenditure Approach) yaitu pendapatan nasional yang dihitung dengan cara menjumlahkan  seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai golongan masyarakat dalam perekonomian. Pengeluaran yang dimaksud disini yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi dan investasi pemerintah,ekspor impor.

c)      Pendekatan Pendapatan (Income Approach)  yaitu pendapatan nasional yang dihitung dengan menjumlahkan balasan jasa yang diterima oleh faktor produksi. Yang termasuk dalam jenis pendapatan yaitu gaji dan upah, sewa,bunga,pajak tidak langsung,penyusutan,laba (keuntungan).
            Sisi Rencana Pembangunan Nasional dalam Aspek Ekonomi yaitu :
a)      Memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat
b)      Menggunakan sumber daya local
c)      Menghasilkan dan menghemat devisa
d)     Menumbuhkan industry lain
e)      Turut menyediakan kebutuhan konsumen dalam negeri sesuai dengan kemampuan
f)       Menambah pendapatan nasional
Sisi Distribusi Nilai Tambah dalam Aspek Ekonomi.
            Maksudnya adalah agar proyek yang akan dibangun memiliki nilai tambah. Nilai tambah hendaknya dapat dihitung secara kuantitatif. Dalam perhitungan tersebut, agar lebih mudah dapat diasumsikan bahwa proyek berproduksi dengan kapsitas normal.
            Sisi Nilai Investasi per Tenaga Kerja dalam Aspek Ekonomi.
            Penilaian berikutnya adalah bahwa proyek mampu meningkatkan kesempatan kerja. Salah satu cara mengukur proyek mampu meningkatkan kesempatan kerja. Salah satu cara mengukur proyek padat modal atau padat karya adalah dengan membagi jumlah investasi (modal tetap+modal kerja) dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat sehingga didapat nilai investasi per tenaga kerja.
Dukungan Pemerintah.
            Salah satu bentuk dukungan adalah melalui proteksi perdagangan. Proteksi perdagangan merupakan seluruh insentif perdagangan. Proteksi perdagangan merupakan seluruh insentif perdagangan baik berupa proteksi maupun subsidi. Oleh karena itu, proteksi perdagangan lebih tepat disebut sebagai insentif perdagangan.
            Kebijakan langsung terhadap komoditi yang bersangkutan.
a)      Kebijakan Perdagangan Luar Negeri.
b)      Kebijakan Perdagangan dalam Negeri.
c)      Kebijakan Produksi
d)     Kebijakan tidak Langsung.


Share:

BAB 7 Aspek Manajemen dan Organisasi


1 Aspek Manajemen dan Organisasi
A.       Pengertian Aspek Manajemen
Aspek manajemen dan organisasi adalah aspek yang sangat vital dalam suatu usaha. Karena usaha yang akan atau sedang dirintis mungkin saja akan mengalami kegagalan jika manajemen dan organisasi tidak berjalan dengan baik. Proses manajemen sendiri juga terdapat kaidah-kaidah agar suatu usaha bisa berjalan lebih mudah. Dan kaidah-kaidah (aturan) itu sendiri bisa tergambar jelas melalui fungsi-fungsi manajemen berikut:
1.        Perencanaan (Planning)
Perencanaan dalah proses untuk menentukan kemana dan bagaimana suatu usaha akan dijalankan atau dimulai untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
2.        Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah proses untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam unit-unit tertentu agar jelas dan teratur sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang si pemegang unit.
3.        Pelaksanaan (Actuating)
Pelaksanaan adalah proses dimana semua hal yang terencana telah dimulai oleh seluruh unit. Seperti seorang manajer yang mengerahkan seluruh bawahannya untuk memulai pekerjaan sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan kepadanya.
4.        Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah proses untuk mengukur, menilai dan mengevaluasi hasil pekerjaan agar tetap sesuai dengan rencana awal dan mengoreksi berbagai penyimpangan selama proses pelasanaan kerja.

B.       Manajemen Pembangunan Proyek
Manajemen pembangunan proyek adalah sistem untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi proyek yang sedang dilaksanakan. Pembangunan proyek harus mengkoordiasikan rencana pelaksanaan dengan sumber daya yang disediakan agar proyek tadi dapat terselesaikan sesuai target, artinya proyek tersebut selesai tepat waktu dan sesuai dengan konsepnya.
1.        Perencanaan Proyek
Perecanaan proyek yaitu penggambaran apa dan bagaimana proyek harus dikerjakan. Hal kitu meliputi jenis pekerjaan, waktu peyelesaian, tenaga pelaksana, peralatan dan juga anggaran. Perencanaan ini dinilai memudahkan bagi pihak terkait agar bisa bekerja lebih mudah dan terjadwal rapi.
2.        Penjadwalan Proyek
Penjadwalan proyek meliputi penjadwalan waktu-waktu dari masing-masing aktifitas proyek dalam urutan yang sudah diatur. Terdapat beberapa macam bagan yang sering digunakan para penjadwal, salah satu yang paling terkenal adalah bagan Gantt yang dinilai lebih mudah ditafsir dan efektif untuk digunakan.
3.        Pengawasan Proyek
Mengawasi dan mengendalikan jalannya proyek adalah satu hal yang tak boleh disepelekan dalam pembangunan proyek demi kesesuaian proyek dengan target yang telah ditetapkan. Lebih dari itu pengawasn ini berguna untuk mengawasi arus anggaran dan mengevaluasi berbagai kelemahan dan kekeliruan selama pembangunan proyek.

C.       Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya meliputi segala sesuatu yang dipersiapkan perusahaan berkaitan dengan kinerja SDM,  yakni dalam penempatan posisi kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dalam konsep manajemen SDM terdapat hal yang berkaitan erat seperti adanya kebijaksanaan, prosedur dan juga praktik  dalam mengatur orang lain demi tercapainya tujuan. Dalam manajemen SDM juga diterapkan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dan fungsi yang bersifat operatif seperti pengadaan, kompensasi, pengembangan, integrasi, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja.
1.        Analisis jabatan
Analisis jabatan adalah hal yang pertama kali dilakukan sebelum memulai suatu usaha, yakni dengan cara mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi seperti identitas jabatan, fungsi jabartan, uraina tegas, wewenang, tanggung jawab, bahan dan alat dan kondisi kerja, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan jabatan, agar tidak salah posisi dan bekerja sesuai dengan porsinya secara optimal. Analisis diperlukan juga untuk mengevaluasi suatu unit pekerjaan itu sendiri apakah suatu jabatan/ unit itu diperlukan atau tidak.
Pesayaratan jabatan seperti persyaratan pendidikan, pengalaman, pelatihan, psikologi da persyaratan khusus itu diperlukan agara seseorang yang akan masuk bekerja bisa bekerja dengan baik nanatinya. Informasi analisis jabatan juga berguna bagi manajemen SDM, penarikan tenaga kerja, orientasi, pelatihan dan pengembangan dan lainnya.
2.        Perencanaan SDM
Perencanaan sumber daya manusia adalah mempersiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebuuhan perusahaan, yakni tentang jumlah tenaga kerja berdasakan prakiraan hasil produksi dan dalam sistem manajerial juga berdasarkan jumlah jabatan yang tersedia dalam struktur organisasi perusahaan.
3.        Pengadaan tenaga kerja
Pengadaan dan pencarian tenaga kerja baru dilakukan setelah analisis jabatan dan perencanaan SDM sudah terpenuhi dalam rangka mengisi jabatan yang tersedia. Pengadaan tenaga kerja sendiri merupakan proses untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan juga bidang pengoperasian usaha di lapangan, meliputi:
a.         Penarikan (Recruitment)
Penarikan adalah proses untuk mencari calon karyawan yang memenuhi syarat tertentu sehingga dari mereka perusahaan bisa memilih orang-orang yang tepat untuk mengisi lowongan yang ada. Calon karyawan tersebut bisa diperoleh dari dalam organisasi (internal) dan juga dari luar organisasi (eksternal). Penarikan dari internal biasanya untuk keperluan pengembangan atau perulasan perusahaan dengan memindahkan atau menaikkan jabatan dari sebelumnya, sedangkan bagi perusahaan baru hanya diperlukan dari eksternal saja.
b.        Seleksi (Selection)
Setalah dilakukan pencarian tenaga kerja, tahap selanjutnya adalah menyeleksi seluruh calon tenaga kerja yang paling memenuhi kriteria yang terdiri dari uji materi, uji kesehatan, uji psikologi dan yang terakhir adalah wawancara (interview).
c.         Penempatan (Placement)
Penempatan adalah pencocokan seseorang dengan jabatan yang telah disediakan yang diikuti dengan orientasi, dimana terdapat penjelasan di dalamnya tentang tugas-tugas yang akan dilakukan sesuai dengan standar kerja yang berlaku.
4.        Kompensasi
Kompensasi adalah suatu imbalan atau penghargaan kepada setiap personel yang bekerja di suatu perusahaan dan kompensasi ini penting adanya demi mencapai tujuan yang diinginkan yang bertalian langsung dengan keberlangsungan karyawan yang bekerja. Umumnya kompensasi ini berupa kompensasi finansial sperti upah, gaji, komisi, bonus dan asuransi. Ada juga yang nonfinansial berupa rasa aman, pujian dan pengakuan, fkeksibelitas karier dan peluang untuk kenaikan penghasilan.
5.        Pengembangan
Pihak manajemen perlu untuk melakukan program pengembangan pada setiap karyawannya untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan agara mampu memenuhi tuntutan organisasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan. Pelatihan dan pengembangan ini bisa di dalkukan di dalam perusahaan atau di luar perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan.
6.        Integrasi
Integrasi adalah penyesuaian keinginan karyawan dengan manajemen, yakni bagaimana karyawan bisa menyelaraskan antara kepentingan pribadinya dengan kepentingan perusahaan agar sama-sama menguntungan melalui penyampaian aspirasi mereka. Dengan adanya Serikat Buruh khususnya di Indonesia memungkinkan keinginan karyawan terhadap perusahaan bisa dijembatani seperti keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan, kenaikan gaji dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah pekerjaan.
7.        Pemutusan Hubungan Kerja
Pemutusan hubungan kerja biasa disebabkan oleh faktor usia (masa pensiun), permintaan pengunduran diri karena alasan pribadi dan adanya pemecata karena adanya kesalahan.

D.      Pengertian Organisasi
Manajemen adalah alat untuk mencapai suatu tujuan, dan dari tujuan itu memerlukan wadah atau tempat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut yang dikenal dengan nama organisasi yang biasa ada dalam perusahaan-perusahaan. Organisasi secara statis berupa tempat kerjasama atau melaksanakan tugas yang telah direncanakan, organisasi secara dinamis berupa proses kerjasama atas tujuan yang telah dirancang, sedangkan organisasi formal menurut klasik adalah organisasi yang terencana, dibawah satu kekuasaan atau pimpinan, yang memiliki satu tujuan. Oganisasi formal ini merupakan organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara tegas dan tersusun.

E.       Bentuk-Bentuk Organisasi
Bentuk dari organisasi tentu harus disesuaikan dengan bidang usahanya dan juga disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa jenis bentuk organisasi:
1.        Bentuk organisasi yang ditinjau dari jumlah pimpinan puncak, dibedakan lagi menjadi dua:
a)         Organisasi yang memiliki pimpinan puncak satu orang. Contoh: pimpinan perusahaan perseorangan.
b)        Organisasi yang mempunyai pimpinan puncak lebih dari satu orang. Contoh: pimpinan di PT atau firma.
2.        Bentuk organisasi berdasarkan hubungan-hubungan wewenangnya,baik itu wewenang lini, staf maupun fungsional sebagai berikut:
a)      Wewenang lini, ialah wewenang yang menimbulkan tanggung jawab atas tercapainya tujuan-tujuan tertentu. Organisasi lini sendiri adalah organisasi yang hanya memiliki hubungan lini dalam organisasinya. Organisiasi seperti ini merupakan bentuk organisasi yang berskala kecil dengan sedikit jumlah karyawan yang belum atau sedikit memiliki spesialisasi. Organisasi lini biasanya dipimpin langsung oleh si pemilik perusahaan, hubungan antara karyawan dan atasan masih bersifat langsung tanpa perantara, jumlah karyawannya sedikit, tingkat spesialisasi dan alat-alatnya belum beragam dan organissinya kecil.
Keuntungan organisasi ini adalah garis kepemimpinan tegas karena berhubungan langsung dengan karyawan, kesatuan kepemimpinan terjamin, karena hanya dipimpin oleh satu orang dan juga tingkat tanggung jawabnya sangat tinggi, karena masing-masing unit hanya dipegang oleh satu orang. Selain itu rasa solidaritas antar karyawan masih tinggi, karena sudah saling mengenal.
Selain itu terdapat kelemahan yang ada di organisasi ini, yaitu mengenai tujuan dari organisasi dan tujuan pribadi yang seringkali tidak bisa dibedakan, kesempatan karyawan yang terbatas karena dikendalikan seluruhnya oleh pimpinan dan juga kecenderungan pimpinan yang bertindak otoriter.
b)      Wewenang staf, ialah wewenang yang membantu si pemilik wewenang lini agar bekerja lebih efektif  dalam mencapai tujuan perusahaan. Organisasi lini dan staf sendiri masih mempertahankan sistem kewenangan vertikal, artinya masih ditangan satu orang pimpinan, tapi dalam rangka memperlancar pekerjaan pimpinan, ia mendapat bantuan dari staf, dimana tugas dari staf adalah memberikan bantuan, saran-saran dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Garis kepemimpinan masih dipegang satu pimpinan, staf hanya memiliki wewenang staf saja. Pekerjaan llini staf itu bukan ditentukan oleh aktifitasnya, tapi hubungannya dengan bagian-bagian lain. Ininya bagian lini bisa menjadi staf. Contoh: jika bagian penjualan meminta pendapat kepadanya, maka dia disebut staf.
Organisasi lini dan staf biasanya terdidi dari jumlah karyawan yang banyak, organisasinya besar dan kompleks, dan hubungan natar pimpinan dan karyawan tidak secara langsung. Dalama organisasi ini, wewenang staf dibagi menjadi dua, yaitu staf ahli yang terdiri dari staf penasihat, staf pelayan, staf pengendali dan staf fungsional dan personal staf yang juga terdiri dari pembantu (assistant) dan staf umum (general staff).
c)      Wewenang fungsional, ialah wewenang yang diberikan kepada seseorang atau departemen agar dapat mengambil keputusan tentang hal-hal yang ada di departemen yang lain. Organisasi fungsional sendiri adaah organisasi yang dibentuk berdasarkan sifat-sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan. Organisasi ini terfokus pada pembagian kerja. Pimpinann menyerahkan masalah tertentu kepada manajer yang kemudian dilimpahkan kepada pelaksana, dengan demikian, para bawahan yang menerima perintah dari beberapa atasan yang memiliki tanggung jawab dan keahlian masing-masing.
Organisasi fungsional biasanya membagi tugas secara tegas dan dapat dibedakan, bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan. Kelebihannya adalah keuntungan adanya spesialisasi yang optimal akan terampil di bidangnya masing-masing dan efisiensi produktifitas dapat ditingkatkan.
Terdapat satu lagi jenis organisasi, yaitu organisasi gabungan (lini, staf dan fungsional) yang diterapkan pada organisasi besar dan kompleks. Pada tingkat dwan direksi (board of director) diterapkan tipe orgnasisasi kru dan staf, sedangkan mada madya diterapkan tipe organisasi fungsional.


Share:

Business

Popular

Arsip Blog

Recent Posts